"Sesungguhnya telah ada pada diri (Rasulullah) itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah". (Qur’an Surat: Al Ahzab: 21)

Membangkitkan Minat Baca  

Jumat, 23 April 2010


Masyarakat di dunia Timur seringkali kalah bersaing dengan mereka yang ada di dunia Barat, baik dalam hal penemuan-penemuan di dunia ilmu pengetahuan maupun dalam hal kemajuan tekhnologi pada umumnya. Salah satu penyebab utama ternyata adalah karena kurangnya minat baca. Masyarakat Timur dikenal sebagai masyarakat lisan, sehingga informasi hanya berkembang sejauh kekuatan mulut. Apabila pemilik informasi lupa atau malas memberitakannya kepada orang lain maka berhentilah informasi itu disana. Jelas hal ini sangat merugikan generasi berikutnya karena kalau informasi itu adalah informasi pengetahuan yang berguna, maka generasi berikutnya tidak akan ikut menikmatinya dan jelas pengetahuan itu juga tidak akan mungkin bisa dikembangkan.Kurangnya minat baca mau tidak mau memberi pengaruh besar akan kurangnya minat menulis. Suatu logika yang sederhana, untuk apa menulis kalau tidak ada yang membacanya? Itu sebabnya dunia Barat, yang lebih banyak membaca, mempunyai lebih banyak buku. Dalam hal ini, kalau kita bandingkan dengan dunia Barat, maka dunia Timur sangat jauh ketinggalan. Dunia Barat selalu mencatat segala sesuatu, dan tulisan-tulisan mereka menjadi harta karun yang sangat berharga bagi generasi berikutnya, baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan maupun pendidikan pada umumnya. Sebaliknya, karena tidak menulis, masyarakat dunia Timur jarang mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dilakukan pendahulu-pendahulunya. Alhasil, kalau ada penemuan-penemuan berharga kitapun tidak banyak tahu, bukan? Setiap generasi akhirnya akan mengulang apa yang mungkin telah dilakukan/ditemukan generasi sebelumnya (termasuk kesalahan-kesalahan), karena kurangnya sarana untuk belajar. Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita (generasi sekarang) tidak mengulangi kesalahan-kesalahan generasi sebelum kita? Jawabannya jelas, mari kita tingkatkan minat baca generasi kita. Mungkin Anda akan berkata.”bukannya sudah terlambat?” Tidak, tidak terlambat karena paling tidak kita bisa menolong generasi anak cucu kita untuk menyukai buku dan menimba ilmu dari padanya.

Ada beberapa saran/usulan untuk meningkatkan minat baca.
1. Menciptakan keinginan membaca dalam keluarga dengan membiasakan sejak kecil pergi secara rutin ke perpustakaan umum/toko buku/pameran buku.
2. Sejak kecil kenalkan prinsip bahwa buku itu sumber pengetahuan.
3. Orang tua harus meluangkan waktu untuk bersama-sama membaca dengan anak supaya menjadi teladan.
4. Memberikan dorongan, supaya tercipta kesadaran untuk belajar/punya motivasi yang benar untuk belajar.
5. Orang tua lebih banyak membelikan/menghadiahkan bacaan-bacaan bermutu kepada anak-anaknya.
6. Memperbaiki pola pendidikan di Indonesia sehingga membaca tidak menjadi hal yang membosankan.
7. Membuka lebih banyak Perpustakaan umum, dengan jam buka yang lebih lama supaya mereka yang bekerja punya waktu dan kesempatan untuk membaca buku.
8. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing, supaya memiliki pengalaman dengan buku-buku yang bermutu.
9. Meningkatkan promosi buku-buku bermutu.
10. Turunkan harga buku-buku yang baik dan bermutu.
11. Hilangkan pikiran bahwa buku yang baik dan bermutu itu harus mahal.
12. Membatasi waktu nonton TV, Video, VCD, dll.
13. Menghargai karya bangsa sendiri dan mencintai buku-buku lokal.
14. Kurangi membaca bacaan ringan, mis. buku-buku komik, novel, dll.
15. Mahasiswa perlu diberi lebih banyak tugas membaca, jangan hanya membaca satu buku saja untuk satu mata kuliah.
16. Sarana Internet menolong mereka yang tidak memiliki buku-buku asing yang mahal; buku-buku bisa dibaca secara elektronik.
17. Sarana Internet membantu publikasi/distribusi buku-buku, dan orang bisa mencari/menemukan/mengakses/membeli buku-buku bermutu.
18. Jangan malas membaca! [Ternyata, ini yang paling penting !! :-) ]

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Falsafah Kehidupan Jawa  

Rabu, 21 April 2010


KEBUDAYAAN Jawa adalah kebudayaan yang unik. Orang Jawa konon terkenal karena sikapnya yang rendah hati, murah senyum, suka mengalah, sungkan dan taat pada pimpinan. Sebagaian budi pekerti Jawa sudah menjadi ceriman bangsa Indonesia secara keseluruhan. Banyak istilah-istilah yang biasa kita dengar yang menjadi cirri khas kebudayaan Jawa. Mungkin kalian pernah mendengar ‘Nerimo ing Pandum’, ‘Adigang, Adigung, Adiguna’ atau ‘Ambeg Utamo, Andap Ashor’? Itu adalah sebagian ajaran falsafat Jawa dalam kehidupan.Beberapa waktu yang lalu di Inbox Facebook saia, saia menerima semacam pemberitahuan topic baru dari grup ‘Aku Bangga Jadi Orang Indonesia‘ yang kebetulan saia ikuti. Topik diskusi yang diangkat adalah Wisdom of Indonesia. Thread yang diangkat adalah mengenai kata-kata bijak atau lebih tepat falsafat Jawa. Dengan semangat berbagi saia tulis ulang di sini isi thread itu. Semoga bermanfaat. Beberapa falsafat itu antara lain:

Narimo ing pandum :: Accept the challenges of life with enthusiasm | Menerima segala rintangan dengan ikhlas

Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan :: God is close, yet untouched by your body; God is near, yet beyond the reach of mind | Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya

Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran :: Good and bad exist together, such is the will of the Lord | Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan

Natas, nitis, netes :: From God we come, in God we live, and unite God we return | Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali

Alam iki sejatining Guru :: Nature is the true Master | Alam adalah guru yang sejati

Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati :: All of us are responsible for our well being here and salvation hereafter | Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat

Manungsa mung ngunduh wohing pakarti :: Pain and pleasure, both are the result of one’s own doings | Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri

Asih, asah, asuh :: live life loving, educating and caring for one another | Hidup penuh kasih, belajar dan peduli kepada sesama

Kudu rukun marang tonggo teparo :: Live in peace and harmony with your neighbors | Hidup bertentangga harus senantiasa rukun dan damai

Eling, mawas diri, waspada :: Live consciously, know yourself, and keep aware | Hidup dengan penuh kesadaran, pahami diri sendiri dan tetap waspada

Budha, budhi :: The enlightened beings live their enlightenment | Mereka yang hidupnya tercerahkan akan meninggalkan pencerahan bagi yang lain

Heneng, Hening :: One who is at peace inside, shall be at peace outside | Kedamaian di dalam hati akan mengantarkan pada kedamaian hidup

Ora kena nglarani :: Do not hurt anybody | Jangan melukai orang lain

Rela lan legawa lair trusing batin :: Be honest and true in all you do | Ikhlas lahir batin

Urip kang utama, mateni kang sempurna :: Live life doing good, and you shall find fulfillment in death | Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya

Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo :: Fulfill your duties and responsibilities leave the rest to God | Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu :: Control over senses, sleeping and eating habits, this is the key to healthy and peaceful life | Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga

Adigang, adigung, adiguno :: Don’t you be arrogant on account of physical strength, social status, academic background, and the like | Jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu

Ambeg utomo, andhap asor :: Be first in learning, but never show off | Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati

Aja mbedakake marang sapadha-padha :: Appreciate the differences, for they are natural | Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesame manusia

Mohon, mangesthi, mangastuti, marem :: Pray for guidance and ability to harmonise your thoughts with your speech and action; so you can serve follow human beings effectively and live contentedly | Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesame

Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana :: Do good unto yourself; your family; fellow living beings, and the entire world | berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesame manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia.

Di topic diskusi yang asli tidak disertakan arti dari kalimat Jawa tersebut melainkan hanya arti dalam bahasa Inggris. Di sini saia mencoba menerjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan kemampuan Bahasa Inggris saia yang pas-pasan. Jika ada yang mungkin tidak sesuai dengan English translation itu lebih karena saia merujuk langsung ke Bahasa Jawa dari kalimat itu. Kenetulan karena saia orang Jawa jadi sedikit banyak saia bisa Bahasa Jawa.

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


AJARAN FILSAFAT HIDUP BERDASARKAN HURUF AKSARA JAWA  


Sebagai orang keturunan jawa, sedikit kami akan mengupas makna aksara jawa sebagai filsafah hidup, suatu upaya kami untuk melestarikan ajaran para pendahulu,sebagai balas budi dan darma bakti kami kepada beliau atas ajarannya akan sebuah arti hidup, lewat karyanya yang sangat besar ini.Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup,berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ).

Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ( saatnya dipanggil ) " tidak boleh sawala " ( mengelak ) manusia dengan segala atributnya harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai, jumbuh, cocok, tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan.
Jaya itu " menang, unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan,sekedar menang atau menang tidak sportif.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

MAKNA HURUF
Ha :Hana hurip wening suci= Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci.
Na :Nur candra, gaib candra, warsitaning candara= Pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi.
Ca :Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi= Arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
Ra :Rasaingsun handulusih = Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Ka :Karsaningsun memayuhayuning bawana = Hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam
Da :Dumadining dzat kang tanpa winangenan = Menerima hidup apa adanya
Ta :Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa = Mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa :Sifat ingsun handulu sifatullah= Membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Wa :Wujud hana tan kena kinira = Ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
La :Lir handaya paseban jati = Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
Pa :Papan kang tanpa kiblat = Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha :Dhuwur wekasane endek wiwitane = Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
Ja :Jumbuhing kawula lan Gusti = Selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak- Nya
Ya :Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi = Percaya dan Yakin atas titah / kodrat Illahi
Nya :Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki = Memahami kodrat kehidupan
Ma :Madep mantep manembah mring Ilahi = Yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
Ga :Guru sejati sing muruki = Belajar pada guru nurani
Ba :Bayu sejati kang andalani = Menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha :Tukul saka niat = Sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niat yang suci
Nga :Ngracut busananing manungso = Melepaskan egoisme pribadi manusia.

Adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci - pengharapan manusia hanya
selalu ke sinar Illahi - satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal - rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani - hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam - menerima hidup apa adanya - mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup - membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan - ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas - mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi - Hakekat Allah yang ada disegala arah - Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar - selalu berusaha menyatu, memahami sifat dan kehendak Nya – percaya dan yakin atas titah / kodrat Illahi - memahami kodrat kehidupan - yakin / mantap dalam menyembah Ilahi - belajar pada guru nurani - menyelaraskan diri pada gerak alam - sesuatu harus dimulai - tumbuh dari niat yang suci - melepaskan egoisme pribadi manusia

Hanacaraka atau dikenal dengan nama caraka adalah abjad / alat tulis yang digunakan oleh suku Jawa (juga Madura, Sunda, Bali, Palembang, dan Sasak).
Aksara Jawa bila diamati lebih lanjut memiliki sifat silabik (kesukukataan). Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari".
Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi".
Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata.
Bila diucapkan, susunan aksara tersebut dapat membentuk kalimat:
Hana Caraka (Terdapat Pengawal);
Data Sawala (Berbeda Pendapat);
Padha Jayanya (Sama kuat/hebatnya);
Maga Bathanga (Keduanya mati).
Aksara Jawa, merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Bentuk aksara dan seni pembuatannya pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Tak hanya di Jawa, aksara Jawa ini rupanya juga digunakan di daerah Sunda dan Bali, walau memang ada sedikit perbedaan dalam penulisannya.
Namun sebenarnya aksara yang digunakan sama saja.
Demikian kurang lebih arti dan makna yang tekandung dalam Filsafat aksara jawa.
Semoga bermanfa'at bagi kita semua. Amien.

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Tips Bersikap di Tempat Kerja yang Baru  

Selasa, 12 Mei 2009


Apakah anda baru pindah kerja dan memulai karier di tempat baru? Jangan biarkan hari pertama anda berlalu meninggalkan kesan yang kurang baik. Segera mulai hari pertama anda dengan sikap kerja yang tepat dan profesional. Start yang baik adalah modal untuk melangkah lebih jauh lagi. Ada baiknya anda mengikuti tips berikut ini.

–Bila mungkin, mulailah pada pertengahan minggu.

Ini adalah saran yang diberikan oleh mereka yang telah berpengalaman. Bila anda boleh menentukan kapan mulai bekerja, pilihlah hari Rabu atau Kamis. Hari Senin sepertinya baik untuk memulai, namun biasanya para karyawan cukup disibukkan oleh pekerjaannya masing-masing. Ini bisa membuat anda merasa tak nyaman atau diacuhkan.

–Datanglah lebih awal.

Dapatkan kesan baik dengan datang lebih awal. Gunakan beberapa menit tersebut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Anda takkan mendapatkan simpati bila anda datang terlambat.

–Kenakan busana yang pantas dan sesuai dengan kebiasaan di tempat baru.

Anda sebaiknya mencari tahu bagaimana kebiasaan berbusana di tempat baru sebelum anda mulai bekerja. Sesuaikan busana anda dengan kebiasaan di tempat baru. Paling aman, anda mengenakan busana konservatif namun cukup nyaman dipakai. Hindari mengenakan busana dan perhiasan yang mencolok.

–Bersikaplah ramah, hangat, dan terbuka saat berkenalan.

Saat berkenalan dengan rekan-rekan baru anda, bersikaplah ramah. Jabat tangan dengan hangat. Berikan senyum tulus dan tatapan mata yang memohon penerimaan anda. Jangan ragu untuk membungkukan badan anda sedikit sebagai tanda kerendahan hati anda. Sebut nama anda secara jelas, dan sampaikan rasa terima kasih anda bisa bergabung di perusahaan ini sekaligus minta bantuan agar anda bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. Lakukan itu secara wajar dan tidak berlebihan.

–Kenali orang-orang dan jabatannya, serta kebiasaan-kebiasaan di sana.

Segera kenali orang-orang. Hapalkan baik-baik nama dan jabatan mereka. Pelajari dengan cepat bagaimana karakter setiap orang. Bergaullah dengan baik sesuai dengan kedudukan dan karakter masing-masing orang di sana. Pelajari pula kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di tempat baru. Segeralah menyesuaikan diri dengan kebiasaan di sana. Jangan biarkan anda menjadi canggung.

–Bertanyalah.

Tanyakan pada atasan apa-apa yang semestinya anda kerjakan. Dengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh rekan kerja anda. Lalu ikuti petunjuk mereka. Jangan menduga-duga hasil kerja yang diharapkan. Bertanyalah hingga anda jelas benar apa yang harus anda lakukan.

–Jangan sok tahu

Hindari memberikan komentar yang tak perlu, baik itu mengenai orang-orang dan pekerjaan. Bila anda melihat ada yang kurang beres dalam pekerjaan di sana, simpan saja tenaga anda dan keluarkan jurus pada waktunya yang tepat.

–Bekerjalah dengan baik.

Sikap terbaik adalah bekerjalah dengan baik. Jangan tergoda oleh kelonggaran-kelonggaran yang mungkin ditawarkan oleh rekan anda. Mereka yang telah lama kerja di sana mungkin merasa boleh melonggarkan aturan, namun itu tidak berlaku bagi pegawai baru. Jangan pula merasa dalam masa percobaan anda boleh melakukan kekeliruan-kekeliruan. Bersikaplah profesional dan lakukan yang terbaik.

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Mengatasi Kejenuhan dan Menikmati Pekerjaan  

Senin, 13 April 2009

"Work is either fun or drudgery. It depends on your attitude. I like fun. – Bekerja tidak menyenangkan, tidak juga terlampau berat. Semua itu tergantung pada sikap Anda. Saya suka bekerja menyenangkan."
Colleen C. Barrett.
Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, entah di kantor, pasar, sawah, lapangan atau di manapun kita berada. Seorang karyawan misalnya, rata-rata ia akan menghabiskan waktu 8 jam setiap hari.

Delapan jam adalah waktu yang sangat panjang dan melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu, dan mengantuk. Seandainya dipaksakan pun hanya akan membuang waktu dan tenaga, karena hasilnya tidak akan maksimal.

Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Ada 7 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.

Langkah pertama sebelum memulai bekerja adalah mencintai pekerjaan kita terlebih dahulu. Bermacam faktor dapat memicu kejenuhan, sehingga kita tidak dapat menikmati pekerjaan. Tetapi bila kita mencintai pekerjaan yang sedang kita tekuni, maka kita akan merasa lebih berarti, karena pada dasarnya setiap orang di dunia ini memiliki peran dan sama-sama penting.

Mencintai pekerjaan juga akan mendorong semangat kita untuk bekerja dengan penuh tangung jawab. Mengutip kata-kata seorang guru etos kerja Indonesia, Jansen Sinamo, "Kerja adalah amanah, Anda harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab." Bertanggung jawab dalam arti melakukan apa yang terbaik seringkali berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hasil pekerjaan sekaligus semangat kerja kita.

Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai macam hambatan, entah dalam bentuk persaingan atau sabotase, kurangnya fasilitas dan modal, tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Tak jarang hambatan atau dalam bahasa positif disebut dengan `tantangan' menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.

Langkah yang dapat kita tempuh dalam menghadapi tantangan adalah berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita akan melihat
tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. Pepatah bijak dari Jepang sebagaimana dikutip dalam The Prentice Hall Encyclopedia of World Proverb menyebutkan, "Adversity is the foundation of virtue – Tantangan adalah dasar dari kebaikan. "
Artinya, kita akan dapat menjaga semangat kerja tetap tinggi dan menikmati pekerjaan dengan selalu berpikir positif.

Selain itu, kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan di antaranya dipacu oleh kemampuan yang kita miliki. Bila pekerjaan menuntut tingkat kemampuan tertentu, sementara kemampuan kita sendiri terbatas akan sangat mudah memicu suasana kerja yang menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.

Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap cara kita menyelesaikan pekerjaan, misalnya cara yang kita lebih bervariasi dan kreatif. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang mengerjakan tugas kita. "...even without success, creative persons find joy in a job well done. Learning for its own sake is rewarding... - …meskipun tanpa kesuksesan, orang yang kreatif sangat menikmati pekerjaan yang dapat ia selesaikan dengan baik… Belajar hanya untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat," kata Mihaly Csikszentmihalyi.

Sementara langkah lain yang bisa kita tempuh untuk dapat menikmati pekerjaan adalah memupuk sikap konsisten. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kehidupan di dunia kerja sarat dengan aneka tantangan. Tetapi bila kita selalu bersikap konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih maju dalam bidang pekerjaan kita.

Langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting, dan menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu yang sudah kita tentukan sendiri. Patuhilah target deadline atau batas waktu, dan kita patut malu jika melanggarnya. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani.

Sementara itu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita selalu membutuhkan dukungan orang lain. John Ruskin menerangkan, "Every great man is always being helped by everybody, for his gift is to get good out of all things and all persons. – Setiap orang yang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam sebab dan dukungan orang lain." Kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang-orang dalam lingkungan sangat berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.

Maka langkah yang harus kita tempuh adalah menciptakan suasana kerja yang komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.

Mungkin salah satu sebab kita tidak bersemangat kerja, bosan, malas dan lain sebagainya dikarenakan potensi kita kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja, pasti hasilnya sangat mengagumkan. Maka langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan
kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.

Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. "Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. – Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia," kata Zig Ziglar. Dengan saling menghargai dan memotivasi, kita akan senantiasa mendapatkan sumber semangat untuk lebih giat bekerja.

Satu hal yang harus kita pikirkan, waktu akan terus berlari tanpa memandang apakah kita sedang bersemangat kerja, lesu, gembira atau mengantuk. Maka jangan sia-siakan waktu, lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Tujuh kiat di atas akan membantu kita bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. "There is a way to do it better...find it. – Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik…carilah," kata Thomas Edison.

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Perokok Egois  

Senin, 30 Maret 2009


Banyak sekali orang yang sudah tahu tapi banyak juga yang masih masa bodoh terhadap kesehatan seperti yang kita lihat di angkot2 atau di bus-bus banyak sekali yang suka masa bodoh terhadap kesehatan.
Coba anda perhatikan jika di dalam bus kota ada salah satu orang yang merokok otomatis penumpang yang lain tidak sengaja menghirup asap rokok tersebut dan berapa penyakit yang sudah masuk melalui asap tersebuat?

Apa pernah siperokok memikirkan orang lain dalam hal ini saya berkata jujur tidak berpihak pada yang tidak merokok tapi kita sebagai perokok hendaknya saling peduli dengan sekeliling kita bukankah berbuat baik pasti orang akan suka terhadap kita?

Kadang saya sendiri mengakui sehabis makan tidak merokok terasa ada yang kurang akan tetapi kalau kita sadar apa artinya kita habis makan tetapi koq malah menambah penyakit dengan merokok.

Tentunya siapa aja ayo yang hobi merokok tapi ingat kita sebagai bangsa yang berlandaskan pancasila harus ingat kita harus saling memperhatikan sekeliling merokoklah di tempat yang jauh dari anak2 dan dan merokok di tempat yang telah di sediakan.

Jangan jadikan diri perokok yang egois belajarlah agar punya toleransi terhadap orang lain jadilah seorang perokok yang mampu membuat orang lain bangga dengan kita dan orang lain kagum terhadap kita walau kita perokok sejati.

Perhatikan setelah merokok usahakan sikat gigi secepatnya atau jika jauh dari tempat tinggal paling tidak minimal berkumur dengan air teh agar bau mulut tidak bau asap rokok dan bau di mulut segera hilang.

Jangan jadi perokok yang jorok buang buntung rokok pada tempatnya dan jangan sembarangan seolah-olah tanah ini milik nenek mu yang sesukamu dan buang buntung rokok seenaknya sendiri.

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Hidup Menurut Pandangan Islam  

Selasa, 24 Maret 2009

Kita sebagai orang Islam yang mengharapkan keredhaan Allah harus bercita-cita untuk hidup secara Islam dengan sebaik-baiknya. Untuk itu kita harus faham dan mengetahui bagaimana hendak hidup secara Islam menurut Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW merupakan peraturan Allah untuk panduan hidup manusia. Langit, bumi dan segala isinya adalah kepunyaan Allah. Maka Allah jugalah yang berhak membuat peraturan-peraturannya. Allah sediakan peraturan itu untuk manusia menggunakan dan menjalankannya. Manusia wajib mengikuti peraturan Allah itu. Mereka tidak dapat mengikuti akal sendiri. Jika tidak ada hancurlah dunia ini, firman Allah :
"Lahirlah kerusakan di lautan dan di daratan akibat dari tangan-tangan manusia"
[Q.S. Ar Rum : 41]

Jika ada manusia yang tidak mau terima peraturan dari Allah untuk mengatur hidupnya, rumah tangga, masyarakat, negara hingga alam yang lebih luas, hukuman Allah sangat berat. Firman Allah :
"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir"
[Q.S. Al Maidah : 44]

"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim"
[Q.S. Al Maidah : 45]

"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang fasiq"
[Q.S. Al Maidah : 46]

Jadi orang yang tidak mau mengikuti peraturan dan perintah Allah, dapat dijatuhi hukum kafir, zalim atau fasiq.

Mengatur Hidup Menurut Syariat

Supaya manusia berjaya mengatur hidup secara yang dikehendaki oleh Al Qur'an dan Sunnah atau ajaran Islam, harus menempuh empat perkara :
1. Syariat
2. Tareqat
3. Hakikat
4. Makrifat

1. Syariat

Ialah peraturan-peraturan lahir dan batin atau hukum dari Allah yang telah ditetapkan olehNya di dalam Al Qur'an dan dijelaskan lagi oleh hadis Rasulullah SAW.
Hukum Syariat

Terdiri dari lima hukum, yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan mubah. Lima hukum ini menyuluh hidup kita dari diri, keluarga, masyarakat, negara, hingga alam sejagat.

" WAJIB: Satu perkara dibuat dapat pahala, ditinggalkan berdosa, kedudukannya harus dibuat.
" SUNAT : Dibuat dapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa, kedudukannya sebaiknya dibuat
" HARAM : Dibuat berdosa, ditinggalkan karena Allah dapat pahala, kedudukannya harus ditinggalkan
" MAKRUH : Dibuat tidak berdosa, ditinggalkan karena Allah dapat pahala, kedudukannya sebaiknya ditinggalkan
" MUBAH/JAIZ : Dibuat atau ditinggalkan tidak dapat pahala dan tidak juga berdosa, kedudukannya dapat pilih mau dibuat atau ditinggalkan.

Setiap yang kita lakukan, walau sekecil apapun tidak terlepas dari lima hukum tersebut. Contohnya dalam berpakaian :

1. Wajib berpakaian untuk menutup aurat. Menutup seluruh tubuh bagi wanita dan sekurang-kurangnya dari pusat sampai lutut bagi lelaki.
2. Sunat berpakaian mengikuti sunnah Rasulullah SAW seperti memakai kopiah, serban, jubah, dan lain-lain.
3. Haram berpakaian yang membuka aurat bagi lelaki dan wanita. Haram memakai pakaian dari sutra bagi lelaki.
4. Makruh berpakaian yang panjangnya melampaui batas bagi lelaki.
5. Mubah berpakaian apa saja baik yang murah atau yang mahal.

Seluruh perintah Allah baik yang wajib atau sunat, diibaratkan seperti satu badan. Maka perumpamaan orang yang hanya buat hal yang sunat saja tetapi tidak melakukan yang wajib, badannya mati tapi tidak berfungsi. Bagi orang yang hanya buat yang wajib tapi tidak buat yang sunat, badannya hidup tapi tidak indah dan cantik.

" Syariat Allah yang mengandung lima hukum itu, kalau menyuluh soal-soal keyakinan dan aqidah, disebut persoalan usuluddin (tauhid)
" Bila menyuluh soal lahiriah, hal-hal lahir seperti berpakaian, mengatur rumah tangga dan sebagainya dikatakan persoalan fiqih
" Syariat itu kalau menyuluh soal-soal hati, nafsu, batin atau rohani disebut tasawuf

Tauhid, fiqih dan tasawuf tidak dapat dipisahkan, ketiganya harus dipelajari, difahami dan diamalkan, misalnya dalam shalat, ketiganya harus dibawa bersama.
Fiqihnya : Berdiri, rukuk, sujud dalam setiap bacaan dan perbuatan dalam shalat
Tauhidnya : Yakin dengan Allah Yang Maha Melihat
Tasawufnya : Khusyuk, faham setiap bacaan dan rasa tadharuk dengan Allah.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan, Imam Malik r.a berkata :
"Barang siapa yang semata-mata berfiqih tetapi tidak bertasawuf, dia akan jatuh fasiq. Barang siapa yang bertasawuf tetapi tidak berfiqih, dia akan jatuh zindiq (kafir)".

2. Tareqat

Tariqat artinya jalan. Tariqat terbagi dua :
1. Tariqat wajib yaitu syariat yang berbentuk ilmiah yang diamalkan sungguh-sungguh. Contohnya : bertariqat dalam shalat, kita belajar ilmu tentang shalat, ketika sampai masanya kita pun melaksanakan shalat.
2. Tariqat sunat. Seperti tariqat Ahmadiah, Satariah, Qadariah, Naqsabandiyah, Muhammadiyah dan lain-lain, yaitu kita mengamalkan disiplin wirid-wirid, shalawat-shalawat tertentu yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu.

Tariqat wajib, memang wajib ke atas setiap orang mengamalkannya. Tariqat sunat banyak diamalkan oleh orang yang bercita-cita mendidik diri dan oleh ulama-ulama yang haq.

Kita patut juga mengamalkan tariqat sunat untuk memudahkan jalan kita menuju Allah. Orang yang mengamalkan tariqat sunat ini akan dibantu dalam bermujahadah melawan nafsu dan mendidik hati ke arah taqwa. Perlu diingat dalam kita mengamalkan tariqat sunat, kita tidak dapat meninggalkan tariqat wajib, karena tiada nilai amalan sunat tanpa mengerjakan amalan wajib.

3. Hakikat

Setelah seseorang itu bersyariat dan bertariqat sungguh-sungguh dia kaan dapat rasa Hakikat, yaitu rasa yang Allah jatuhkan ke hati hambaNya yang Dia pilih dan kehendaki. Orang ini tidak lagi memiliki sifat mazmumah, sifat-sifat terpuji menghiasi dirinya, seperti rasa syukur, redha, zuhud, tawakal, pemurah, dan lain-lain. Jiwanya tidak terpengaruh dengan perubahan suasana. Allah letakkan dalam hatinya rasa tenang dan damai. Firman Allah :
"Ketahuilah dengan mengingati Allah itu hati akan tenang"
[Q.S. Ar Rad : 128]

Orang berzikir yang mendapat ketenangan itu mulutnya menyebut Allah, hati merasakan kebesaran Allah dan perbuatannya melaksanakan perintah Allah. Soal hakikat atau buah ibadah tidak dapat dipelajari. Siapa yang dapat, dia akan merasakannya. Orang yang telah mendapat hakikat, dikatakan orang yang benar-benar kenal Allah.

4. Makrifat

Orang yang telah sampai ke tingkat makrifat dikatakan orang-orang yang Al 'Arifbillah atau golongan 'Arifin. Mereka ini kenal Allah dengan mata hati dan mereka telah mencapai taraf bertaqwa. Mereka benar-benar dapat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah yang haram dan makruh.

Kalau ada orang yang melaksanakan syariat sungguh-sungguh, faham sungguh-sungguh kelima hukum tetapi tidak tenang, tidak redha, tidak sabar dan lain-lain haruslah periksa diri, muhasabah diri kembali. Kalau bukan kesalahan di bidang Tauhid, mungkin salah di bidang fiqih atau di bidang tasawuf.

Kesimpulannya ajaran Islam bukanlah bentuk percakapan saja, tapi perlu diamalkan lahir dan batin agar menjadi hamba Allah yang soleh atau disebut Al 'Arifbillah yang akan mendapat kemenangan di dunia dan Akhirat

[+/-] Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


 

Design by Amanda @ Blogger Buster